Rabu, 09 September 2009

Foto Kegiatan Pesantren Ramadhan 1430 H

Foto Kegiatan Pesantren Ramadhan 1430 H

Minggu, 23 Agustus 2009

VISI DAN MISI SMA N 1 MAJALENGKA

1) Visi :
“Berakhlak Mulia , Unggul dalam Prestasi Akademik dan Memiliki Kecakapan Hidup”
Makna dasar yang tersurat dalam Visi sekolah adalah : Berakhlak Mulia, Unggul , Prestasi Akademik , Kecakapan Hidup
Sedangkan makna yang tersirat adalah :
Perilaku Akhlak Mulia : Akhlak mulia merupakan landasan tindak , sikap dan olah batin manusia yang dilandasi ketaatan dalam menjalankan perintah agama. Dalam proses pencapaian tujuan, menunjukkan proses yang didasari akhlak mulia sehingga segala yang yang akan diraih dan hasil usahanya akan mendatangkan berkah bagi diri dan lingkungan
Unggul : Seluruh warga sekolah mempunyai motivasi yang kuat untuk mengusung keunggulan di atas sekolah-sekolah lain, sehingga mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat. Dengan motivasi ini diharapkan akan mampu memberikan iklim kompetitif yang sehat.
Prestasi Akademik : Sesuai dengan tujuan pendidikan SMA yang memberikan dasar-dasar yang mantap untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maka pembinaan menuju prestasi akademik yang dominan dan maksimal diharapkan mampu mengantarkan lulusannya bersaing dan sukses di jenjang pendidikan yang lebih tinggi
Kecakapan Hidup : Selain pengetahuan yang dimiliki, seluruh siswa diharapkan memiliki kecakapan hidup yang aplikatif dalam jangka pendek. Misalnya menguasai berbagai macam bahasa asing yang “layak saing” di tingkat global. Dengan demikian diharapkan jalan komunikasi yang mendunia ini mampu memberi jalan penghipan yang lebih baik. Penguasaan tekonologi computer juga diharapkan mampu membawa siswa memasuki persainga global.
2) Misi
Misi yang diusung SMA Negeri 1 Majalengka adalah :
1. Meningkatkan kualitas iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2. Mengambangkan keunggulan dalam prestasi belajar serta menjadi pelopor pembaharuan pendidikan
3. Menumbuh kembangkan semangat keunggulan secara intensif terhadap siswa, guru dan karyawan sehingga berkemauan kuat dan bernalar sehat, baik lingkup local, nasional dan internasional.
4. Melestarikan budaya bangsa dalam budi pekerti dan tatakrama sehingga menjadi landasan untuk kearifan dalam bertindak.
5. Meningkatkan kemandirian dalam menghadapi persaingan global.

Rabu, 19 Agustus 2009

Sistem Periodik Unsur

SISTEM PERIODIK UNSUR

Sejarah Sistem Periodik
a) Triade Dobereiner
“Apabila 3 buah unsure disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, maka massa atom unsure yang kedua adalah sama dengan massa atom yang pertama + massa atom yang ketiga dibagi dua”
b) Oktaf Newland
“Apabila unsure-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, maka unsure yang pertama akan memiliki sifat yang sama dengan unsure yang kedelapan”
c) Mayer Mendeleyeev
“Secara periodik akan ditemukan sifat yang sama apabila unsure-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya”
d) Lothar Meyer
“Secara periodik unsure-unsur disusun berdasarkan kenaikan nomro atomnya”

Penggolongan unsure-unsur didasarkan pada dua kriteria, yaitu :
1) Memiliki elektron valensi yang sama
2) Memiliki sifat yang sama
Unsur segolongan memiliki cirri :
• Terletrak pada lajur vertical dalam susunan berkala
• Memiliki sifat yang sama
• Disusun berdasarkan jumlah elektron valensi
Unsur Seperioda
• Terletak pada lajur horizontal
• Disusun berdasarkan kulit yang sama
Unsur Seblok
• Terletak pada blok yang sama
• Disusun berdasarkan sub kulit terluar
No. Blok  elektron valensi Rumus Elektron valensi Golongan Jenis Golongan Nama Golongan
1. s 1 ns1 I A Utama Alkali
2 ns2 II A Utama Alkali Tanah
2. p 3 ns2np1 III A Utama Aluminium
4 ns2np2 IV A Utama Karbon
5 ns2np3 V A Utama Nitrogen
6 ns2np4 VI A Utama Oksigen
7 ns2np5 VII A Utama Halogen
8 ns2np6 VIII A Utama Gas Mulia
3. d 11 ns1(n-1)d10 I B Transisi Transisi
12 ns2(n-1)d10 II B Transisi Transisi
3 ns2(n-1)d1 III B Transisi Transisi
4 ns2(n-1)d2 IV B Transisi Transisi
5 ns2(n-1)d3 V B Transisi Transisi
6 ns2(n-1)d4 VI B Transisi Transisi
7 ns2(n-1)d5 VII B Transisi Transisi
8 ns2(n-1)d6 VIII B Transisi Transisi
9 ns2(n-1)d7 VIII B Transisi Transisi
10 ns2(n-1)d8 VIII B Transisi Transisi
4. f -- nsx(n-2)fy n=6 Transisi Lantanida
nsx(n-2)fy n=7 Transisi Aktinida

Foto-foto Kegiatan

Sabtu, 15 Agustus 2009

Struktur Atom dalam OPBA

Program Penguasaan Mata Pelajaran (P2MP) dan Latihan Soal Berdasarkan Kisi-kisi UN-2009

Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010

Mata Pelajaran : Kimia

Kelas / Program : XII / IPA

Oleh : Hamid Kamar, S.Pd, M.Pd.

A. Struktur Atom, Sistem periodik dan Ikatan Kimia

1. Struktur Atom

Sejarah struktur atom

1. Demokritus : Bagian terkecil dari benda yang tidak dapat dibagi-bagi lagi (teori discontinue)

2. Aristoteles : Bagian terkecil dari benda yang dapat dibagi-bagi lagi tanpa batas (teori continue)

3. Dalton : Bagian terkecil dari suatu benda adalah atom (Atom bagai bola pejal)

4. Thomson : Atom memiliki muatan dan yang menyebar seperti roti kismis

5. Rutherford : Inti bermuatan dan di luar inti bermuatan

6. Niels Bohr : Inti bermuatan dan elektron beredar mengelilingi inti pada lintasan tertentu

7. Teori Atom Louis de Broglie : Atom memiliki sifat-sifat seperti gelombang

8. Teori Atom Werner Heisenberg : Daerah kebolehjadian ditemukannya sejumlah elektron disebut orbital.

9. Teori Atom Erwin Schrodinger : Merumuskan persamaan gelombang untuk menggambarkan bentuk dan tingkat energy orbital


Bagian Atom

Atom terdiri atas inti, inti terdiri atas proton ( ) dan neutron dan elektron ( ) yang beredar mengelilingi inti atom.

Nuklida

Dimana A = Nomor massa = S proton + S neutron

Z = Nomor atom = S proton = S elektron (atom dasar)

Pada kation dan anion yang memiliki nilai tetap S proton = Z dan S neutron = A – Z

Isotop à Z sama, A beda

Isobar à A sama, Z beda

Ioton à S neutron sama

Massa Atom dan Massa Atom Relatif (Ar)

Massa Atom Relatif (Ar) unsure X =

Cara Pengisian Elektron pada Orbital

a) Aturan Aufbau

Elektron mengisi orbital dari tingkat energy yang terendah, sesuai dengan urutan sebagai berikut : 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 5d ….

b) Aturan Hund

Elektron mengisi orbital satu persatu, tidak membentuk pasangan elektron sebelum masing-masing orbital terisi sebuah elektron.

c) Larangan Pauli

Tidak mungkin di dalam atom terdapat 2 elektron dengan keempat bilangan kuantum yang sama.

Catatan :

· ns2 (n-1)d4 menjadi ns1 (n-1)d5

· ns2 (n-1)d9 menjadi ns1 (n-1)d10

Cara Menentukan Letak Elektron

Untuk menentukan kedudukan elektron dan arah perputaran elektron diketahui dengan cara :

1) Bilangan Kuantum Utama (n)

· Untuk menentukan letak kulit

· Menunjukkan energy utama

· Lambang n

· Kulit ke-1 maka harga n = 1 (elektron pada kulit K)

· Kulit ke-2 maka harga n = 2 (elektron pada kulit L)

· Kulit ke-3 maka harga n = 3 (elektron pada kulit M)

· Kulit ke-4 maka harga n = 4 (elektron pada kulit N), dst.

· Maksimum elektron yang dapat ditempati oleh setiap kulit memenuhi rumus : 2n2

2) Bilangan Kuantum Azimuth (l)

· Menunjukkan sub kulit / sub tingkat energy

· Menentukan sub kulit

· Lambang l

· Harga l = 0 s.d. l = n - 1

l = 0 letak elektron di sub kulit ke s

l = 1 letak elektron di sub kulit ke p

l = 2 letak elektron di sub kulit ke d

l = 3 letak elektron di sub kulit ke f

3) Bilangan Kuantum Magnetik (m)

· Untuk menentukan letak orbital

· Lambang m

· Harga m = - l s.d. +l

· Sub kulit s terdiri dari 1 orbital m = 0

· Sub kulit p terdiri dari 3 orbital m = -1, 0, +1

· Sub kulit d terdiri dari 5 orbital m = -2, -1, 0, +1, +2

· Sub kulit f terdiri dari 7 orbital m = -3, -2, -1, 0, +1, +2, +3

4) Bilangan Kuantum Spin (s)

· Untuk menentukan arah gerakan elektron

· Lambang s

· Nilainya s = + ½ (↑) searah jarum jam

· Nilainya s = - ½ (↓) berlawanan arah jarum jam

Soal-soal Latihan (Bagian 1)

1. Spesi yang mempunyai jumlah elektron sama dengan adalah….

a. Cl- b. S+ c. Ar2+ d. S2- e. Al3+

2. Jika unsure X membentuk senyawa yang stabil X(NO3)2, maka konfigurasi elektron unsure X adalah….

a. 1s2 2s2 2p6 3s2 c. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4

b. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p2 d. 1s2 2s2 2p6 3s2 3s2 3p6 e. 1s2 2s2 2p2

3. Diketahui ion X3+ mempunyai 10 elektron dan 14 neutron. Nomor atom unsure X adalah….

a. 7 b. 10 c. 13 d. 14 e. 27

4. Diketahui ion X2- mempunyai 10 elektron dan 7 neutron. Nomor massa unsure X adalah….

a. 7 b. 10 c. 12 d. 15 e. 17

5. Jika diketahui massa rata-rata 1 atom unsure X adalah s gram dan massa 1 atom C-12 adalah p gram, maka massa atom relative unsure X adalah….

a. b. c. d. e.

6. Tembaga di alam terdiri dari dua isotop yaitu Cu-65 (20%) dan isotop Cu-63 (80%), maka massa atom relative (Ar) dari tembaga tersebut adalah….

a. 63,2 b. 63,4 c. 63,6 d. 63,8 e. 64,2

7. Galium mempunyai dua isotop, yaitu Ga-69 dan Ga-71. Jika massa atom relative (Ar) gallium adalah 69,8, maka kelimpahan isotop Ga-71 adalah….

a. 20% b. 40% c. 50% d. 60% e. 80%

8. Jika 9 gram logam L direaksikan dengan larutan asam sulfat menurut reaksi : L + H2SO4 à LSO4 + H2 Jika diperoleh 2,24 liter gas hydrogen (STP) dan setiap atom L memiliki 50 neutron, maka konfigurasi elektron atom L adalah….

a. [Ar] 4s2 3d10 c. [Kr] 4d5 5s2

b. [Ar] 4s23d104p4 d. [Kr] 4d25s2 e. [Ar] 3d24s2

9. Bilangan kuantum berikut ini tidak mungkin terjadi untuk kedudukan elektron jika….

a. n=3; l=1; m=0; s=+½ c. n=3; l=2; m=-3; s=+½

b. n=3; l=2; m=+2; s=-½ d. n=4; l=2; m=0; s=-½ e. n=3; l=0; m=0; s=+½

10. Ion X2+ memiliki konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6. Harga keempat bilangan kuantum untuk elektron paling akhir untuk atom X adalah….

a. n=2; l=0; m=0; s=-½ c. n=3; l=0; m=0; s=+½

b. n=2; l=1; m=+1; s=-½ d. n=3; l=1; m=-1; s=+½ e. n=3; l=1; m=0; s=+½